ESENSI MAHASISWA
Mahasiswa terdiri dari 2 kata, yaitu Maha dan Siswa.
Maha = Tinggi, Besar, Sangat.
Siswa = Yang belajar.
Sikap – sikap mahasiswa yang sejati adalah :
Logis
Mahasiswa yang berintelektual
Mandiri
Kritis -> Kritis dapat diartikan teliti terhadap segala sesuatu dan selalu ingin tahu. Jika merasa tidak sesuai dengan logika, ia akan memberikan solusi sebagai koreksi.
Tanggung jawab -> Kemauan untuk mengetahui dan menanggung resiko atas segala yang ia perbuat.
Jenis – jenis mahasiswa :
Apatis = sibuk dengan dirinya sendiri.
Aktif = aktif dengan adanya organisasi serta perkuliahannya.
Akademi = aktif mengikuti perkuliahan namun pasif dalam organisasi.
Kritis = mahasiswa yang terlibat aktif dalam akademis dan organisasi.
Peran mahasiswa :
Agen perubahan.
Penyampaian kebenaran.
Generasi penerus masa depan.
Penjelasan :
Agen perubahan : merubah dari yang negatif ke positif.
Penyampaian kebenaran : bertugas menyeleksi isu – isu yang ada.
Generasi penerus masa depan : menjadi pengganti, penerus dari generasi – generasi sebelumnya.
Sebagai mahasiswa harus memiliki beberapa keterampilan diantaranya adalah :
Hard skill => penguasaan ilmu pengetahuan.
Soft skill => keterampilan dalam diri dan lingkungan.
Self skill => keterampilan dari diri sendiri
Mahasiswa merupakan individu yang belajar di perguruan tinggi atau satu golongan dari masyarakat yang mempunyai dua sifat, yaitu :
Mahasiswa muda -> Mahasiswa seringkali tidak mengukur resiko yang akan menimpa dirinya.
Mahasiswa calon intelektual -> Mahasiswa harus mampu berfikir kritis terhadap kenyataan sosial.
Kesimpulan :
Mahasiswa harus mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi, menjadi daya penggerak dinamis, harus kritis dan menjadi penggerak – penggerak sebagai penerus dari generasi sebelumnya.
